SESAK

 Penuh. Sesak. Aku kesusahan mengambil udara. 

Ada apa ini? Aku terbiasa kuat. Ada apa ini?

Seperti terbentur, aku merasakan nyeri yang teramat.

Ada apa ini? Aku terbiasa tersenyum. Ada apa ini?

Mataku menggembung sebenar-benarnya.

Air mata tak bisa keluar! Oh, ini tidak biasa.


Di depanku terbentang kawat berduri yang sudah melilit ujung kaki.

Tapi mengapa dada ini yang perih?

Kenapa tidak menangis?

Kenapa aku tertawa?

Ada dia yang berdiri di ujung sana. Tak melakukan apa-apa.


Dia bersedih melihatku.

Aku malah semakin tertawa. Tawa ini tak mau sudah.


xx

Lune22

Comments